Teknologi MRT Jakarta

Teknologi MRT Jakarta Mengalahkan Jepang

Teknologi MRT Jakarta Mengalahkan JepangSobat Techno, pada hari Minggu, 24 Maret 2019 MRT (Mass Rapid Transit) atau (Moda Raya Terpadu) Jakarta fase 1 telah diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo di bundaran HI bertepatan dengan kegiatan rutin Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan Bermotor). Ini adalah momentum bagi negara kita dalam hal memiliki sarana transportasi massal yang modern dan cepat serta dapat mengubah budaya masyarakat Indonesia sebagai negara berkembang untuk menjadi lebih disiplin dan teratur.

Lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Ya, memang kita sudah lama tertinggal dari negara-negara tetangga lainnya seperti Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand dan Vietnam yang lebih dulu memiliki infrastruktur dan sarana transportasi massal ini. Namun patut kita banggakan juga atas kerja keras pemerintah dan semua stakeholder yang terlibat sehingga dapat mewujudkan semua ini.

Teknologi MRT Jakarta

Berbicara tentang MRT pasti tidak lepas dari teknologi yang digunakannya. Bahkan MRT Jakarta diklaim menggunakan teknologi canggih dan terbaru yang belum digunakan oleh negara produsen nya sendiri yakni Jepang. Kira-kira teknologi apakah yang dimaksud ?

Dalam dunia perkeretaapian, sistem persinyalan merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Karena hal ini dapat berdampak langsung bagi kenyamanan dan keamanan pengguna kereta.

Sistem CBTC

MRT Jakarta menggunakan sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) dalam pengoperasian keretanya.  CBTC menggunakan frekuensi radio (RF) untuk berkomunikasi data antar berbagai subsistem yang terintegrasi.

CBTC menggunakan sistem moving block yang terhubung dengan sinyal pada kabin masinis sehingga membuat blok kereta yang fleksibel, berubah-ubah, dan bergerak sesuai dengan pergerakan kereta. Hal ini membuat operator dapat mengetahui lokasi dan mengatur jumlah kereta yang beroperasi dengan lebih akurat.

Dengan teknologi CBTC MRT Jakarta menjamin tidak akan ada tabrakan kereta dan akurasi posisi kereta.

Hasilnya, headway atau jarak antar kereta dapat diatur lebih dekat namun tetap dalam jarak aman tanpa menimbulkan risiko tabrakan. Bagi pengguna, jarak singkat antar kereta, ketepatan jadwal kereta, dan kapasitas angkut yang besar adalah hal utama dalam menggunakan transportasi massal.

Sistem Konvensional

Berbeda dengan sistem Fixed Block (konvensional) yang digunakan oleh kereta di Indonesia pada umumnya dimana track dibagi per blok dan dalam satu blok hanya boleh terdapat satu kereta yang berjarak satu kilometer, sehingga kapasitas lintas menjadi terbatas. Kemudian, informasi posisi atau lokasi kereta juga tidak akurat (real time).

Kami tidak jelaskan secara rinci terkait sistem konvensional. Selanjutnya mari kita lihat apa saja komponen dan keuntungan dari sistem CBTC.

Komponen CBTC

  • Automatic Train Supervisory (ATS). Perangkat ini berada di Operation Control Center (OCC)
  • Wayside. Perangkat ini berada di sepanjang jalur kereta
  • On-board. Perangkat ini berada di dalam kereta
  • Perangkat jaringan data komunikasi. Penghubung perangkat Wayside dan On-board
Teknologi MRT Jakarta
Sumber : MRT Jakarta

Keuntungan CBTC

  • Menyediakan informasi posisi kereta secara real time dan akurat  bagi penumpang
  • Hemat biaya pemeliharaan (jumlah perangkat tidak sebanyak fixed block)
  • Memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan bagi pengguna MRT

Demikian yang dapat kami sampaikan terkait Teknologi MRT Jakarta Mengalahkan Jepang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda pengunjung setia Sobat Techno . Baca juga artikel kami lainnya seputar teknologi informasi di bawah ini.

Tinggalkan Balasan