Contoh Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Berbagai Bidang

Contoh Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Berbagai Bidang – Sobat Techno, Perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) kian menjadi perbincangan penting menuju industri 4.0. Kabarnya, perangkat inilah yang nantinya akan menjadi mesin uang bagi usahawan di masa depan. Peranan perangkat ini tidak begitu terkenal dibandingkan alat elektronik lain. Akan tetapi bagi para pelaku industri, teknologi berbasis AI tentunya bisa menjadi revolusi besar untuk meningkatkan laba. Meskipun kehadiran teknologi selalu menuai kontroversi, akan tetapi jika ditelisik lebih jauh lagi tentunya akan menguntungkan manusia.

Contoh Penerapan Kecerdasan buatan Dalam Berbagai Bidang

Masih belum percaya bahwa sebenarnya penerapan artificial intelligence memberikan banyak keuntungan untuk manusia? Berikut beberapa contoh penerapan kecerdasan buatan dalam berbagai sektor industri.

AI, Perangkat Pahlawan Industri e-commerce

Industri ritel saat ini jauh lebih terfragmentasi dan kompetitif dari sebelumnya. Berbagai format toko dan gudang alat digital membuat pembeli lebih bisa memilih produk yang terbaik sesuai kebutuhan mereka.

Tapi tahukah Anda bahwa sesungguhnya inovasi yang dilakukan banyak e-commerce kelas dunia merupakan contoh penerapan kecerdasan buatan yang maksimal?

Pengecer dan pemasok mereka membutuhkan pengetahuan real-time dan mendalam untuk menggiring dan mengklasifikasikan pelanggan yang beragam. Tetapi munculnya AI telah berjasa dalam menganalisa, mengorganisir, dan mengklasifikasikan data pelanggan yang sedemikian besarnya menjadi sangat teratur.

Bayangkan saja jika e-commerce sebesar amazon dengan pelanggan dari jutaan manusia di seluruh dunia, harus menyimpan data sekian terabyte. Kemudian ketika ingin menawarkan produk baru untuk pelanggan, mereka harus mencari satu persatu alamat email dan riwayat pembelian dari data yang masih berantakan. Bukankah itu tidak efisien?

Amazon tentunya memiliki catatan sendiri tentang kebiasaan pelanggannya. Tanpa bantuan perangkat AI, mustahil bila perusahaan sebesar Amazon akan bertahan lama.

Kawan Bagi Rekrutmen dan Situs Pencari Kerja

Generasi millenial saat ini tidak mungkin asing dengan situs pencari kerja. Setidaknya sekian banyak penduduk Indonesia telah mempercayakan nasib karier mereka pada situs pencari kerja. Dan salah satu contoh penerapan kecerdasan buatan yang terjadi akhir-akhir ini adalah pada bidang informasi lowongan kerja.

Akan tetapi bagaimana bisa begitu banyak jobseeker mempercayakannya pada satu situs lowongan kerja? mungkinkah seseorang memiliki minat kerja yang sama? Atau, bagaimana perusahaan manufaktur ingin mencari karyawan yang tepat?

Ketika kita mendaftar di satu situs pencari kerja, email kita akan terus diisi oleh notifikasi lowongan. Semua isi email tersebut merekomendasikan kita agar segera melamar di perusahaan yang sesuai dengan minat kita.

Lalu, bagaimana mereka tau bahwa kita hanya ingin bekerja di sektor tertentu? Jawabannya, ingatkah Anda saat mengisi data di situs tersebut? Terutama saat Anda mengisi kolom ‘minat pekerjaan’? Jika ya, disitulah sistem perangkat AI bekerja. Teknologi ini merekam dan menyimpan database kita dan kemudian mentransformasikannya pada tahap berikutnya untuk segera ditindak. Semuanya terjadi secara otomatis dan kontinuitas. Dan begitulah teknologi AI bekerja dalam rekrutmen pekerjaan.

Halaman Media Sosial

Dan ternyata, contoh penerapan kecerdasan buatan juga sudah terjadi pada bidang yang selama ini kita gunakan yaitu Sosial Media. Setiap orang berpikir bahwa media sosial merupakan racun, karena isi halamannya sungguh menggoda.

Katakan saja, bila Anda menyukai akun resmi dari merk jam tangan mahal. Sementaraa akun tersebut terus memposting gambar desain produk mereka yang terbaru. Anda akan tergoda untuk membelinya, bukan?

Hal itu bukan tidak sengaja. Sadarkah Anda bahwa tahun lalu media sosial instagram mengganti algoritma mereka sesuai minat pengguna?

Atau mungkin, sadarkah Anda bahwa laman instagram Anda hanya diisi dengan segala hal yang Anda suka. Sementara beberapa akun yang anda ikuti, tidak begitu populer dalam ingatan Anda karena foto-foto mereka jarang muncul di beranda.

Lalu, apa keuntungannya bagi pengguna?

Dengan adanya sistem ini tentu Anda makin diuntungkan karena kebutuhan informasi Anda semakin terpenuhi. Anda semakin update dengan hal-hal yang disukai, semakin dekat dengan teman-teman yang saling berinteraksi dengan Anda.

Dan bagi para pelaku industri, masuk ke media sosial yang terafiliasi dengan AI tentu semakin mendekatkan diri dengan pasar mereka. Selain tiga hal diatas, masih banyak contoh penerapan kecerdasan buatan yang sebenarnya sudah kita rasakan dimulai dari algoritma search engine Google, robot, dan masih banyak lagi lainnya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pegunjung Sobat Techno. Apabila anda memiliki contoh lain silahkan tinggalkan komentar di bawah. Baca juga artikel kami yang lainnya di bawah ini.

Tinggalkan Balasan

  1. Ping-balik: Top 10 Startup Paling Diminati di Indonesia (Peringkat 1 di Asia)

  2. Ping-balik: Teknologi canggih 2019 | SoBat TecHnO | Information Technology